3 Jul 2011

BUDAYA MINANGKABAU - TARIAN

RANDAI
 
Randai adalah permainan anak nagari di Minangkabau yang merupakan kesenian tradisional yang sangat khas. Permainan randai dilakukan dengan gerakan membentuk lingkaran, kemudian melangkah kecil-kecil secara perlahan, sambil menyampaikan cerita lewat nyanyian secara berganti-gantian. Cerita randai biasanya diambilkan dari kenyataan hidup di tengah masyarakat. Umumnya cerita randai mempertentangkan sifat manusia yang baik dengan yang buruk.


Pertentangan dalam randai sering dibumbui oleh perkelahian. Perkelahian ini bukanlah bermaksud untuk memperlihatkan siapa yang kuat, tetapi memperlihatkan perjuangan seseorang dalam menegakkan kebenaran. Dalam hal inilah silat menjadi unsur yang sangat penting. Dalam bentuk dasarnya permainan randai dapat digambarkan sebagai berikut: Sebelum pemain masuk ke lapangan biasanya dimulai dengan bunyi-bunyian peralatan musik. Selanjutnya pemain masuk ke gelanggang membuat formasi lingkaran. Formasi ini dibuat mengiringi aba-aba dan irama musik yang bergema untuk seterusnya melantunkan nyanyian. Dalam permainan randai, sebelum bernyanyi para pemain terlebih dahulu membuat gerakan-gerakan pencak dengan langkah maju mundur, ke dalam memperkecil lingkaran, dan keluar lagi memperbesar lingkaran.

Adakalanya dalam berpencak mereka menyepak, menerjang, atau rnemukul dengan tangan. Setelah itu mereka berjalan sambil bernyanyi. Semua gerakan randai dituntun oleh aba-aba salah seorang di antaranya. Orang ini disebut janang. Mula-mula seseorang menyanyikan sebait pantun atau kisah. Pada kalimat terakhir. Mereka mengulangi secara beramai-ramai. Habis menyanyikan sepotong kisah atau beberapa pantun, mereka kembali melakukan gerakan pencak. Selesai menyanyikan sebuah adegan cerita, mereka duduk meronggoh dalam lingkarannya untuk beristirahat. Untuk mengisi acara istirahat ditampilkan bermacam keterampitan ke tengah lingkaran. Keterampilan ini bisa berupa pencak silat, tari-tarian, serta berbagai bentuk permainan lainnya.

SEJARAH RUMAH MINANGKABAU

SEJARAH RUMAH MINANGKABAU

RUMAH GADANG, UKIRAN, DAN RANGKIANG

Rumah gadang merupakan rumah adat Minangkabau. Rumah gadang ini mempunyai ciri-ciri yang sangat khas. Bentuk dasarnya adalah balok segi empat yang mengembang ke atas. Garis melintangnya melengkung tajam dan landai dengan bagian tengah lebih rendah. Lengkung atap rumahnya sangat tajam seperti tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan dan rumah landai seperti badan kapal. Atap rumahnya terbuat dari ijuk. Bentuk atap yang melengkung dan runcing ke atas itu disebut gonjong. Karena atapnya membentuk gonjong, maka rumah gadang disebut juga rumah bagonjong.



Asal usul bentuk rumah gadang

Bentuk atap rumah gadang yang seperti tanduk kerbau sering dihubungkan dengan cerita Tambo Alam Minangkabau. Cerita tersebut tentang kemenangan orang Minang dalam peristiwa adu kerbau melawan orang Jawa.

Bentuk-bentuk menyerupai tanduk kerbau sangat umum digunakan orang Minangkabau, baik sebagai simbol atau pada perhiasan. Salah satunya pada pakaian adat, yaitu tingkuluak tanduak (tengkuluk tanduk) untuk Bundo Kanduang.

Asal-usul bentuk rumah gadang juga sering dihubungkan dengan kisah perjalanan nenek moyang Minangkabau. Konon kabarnya, bentuk badan rumah gadang Minangkabau yang menyerupai tubuh kapal adalah meniru bentuk perahu nenek moyang Minangkabau pada masa dahulu. Perahu nenek moyang ini dikenal dengan sebutan lancang.

Menurut cerita, lancang nenek moyang ini semula berlayar menuju hulu Batang Kampar. Setelah sampai di suatu daerah, para penumpang dan awak kapal naik ke darat. Lancang ini juga ikut ditarik ke darat agar tidak lapuk oleh air sungai.

Lancang kemudian ditopang dengan kayu-kayu agar berdiri dengan kuat. Lalu, lancang itu diberi atap dengan menggantungkan layarnya pada tali yang dikaitkan pada tiang lancang tersebut. Selanjutnya, karena layar yang menggantung sangat berat, tali-talinya membentuk lengkungan yang menyerupai gonjong. Lancang ini menjadi tempat hunian buat sementara. Selanjutnya, para penumpang perahu tersebut membuat rumah tempat tinggal yang menyerupai lancang tersebut. Setelah para nenek moyang orang Minangkabau ini menyebar, bentuk lancang yang bergonjong terus dijadikan sebagai ciri khas bentuk rumah mereka. Dengan adanya ciri khas ini, sesama mereka bahkan keturunannya menjadi lebih mudah untuk saling mengenali. Mereka akan mudah mengetahui bahwa rumah yang memiliki gonjong adalah milik kerabat mereka yang berasal dari lancang yang sama mendarat di pinggir Batang Kampar.

Bahagian-bahagian dalam Rumah Gadang Minangkabau

Rumah adat Minangkabau dinamakan rumah gadang adalah karena ukuran rumah ini memang besar. Besar dalam bahasa Minangkabau adalah gadarig. Jadi, rumah gadang artinya adalah rumah yang besar. Bagian dalam rumah gadang merupakan ruangan lepas, kecuali kamar tidur. Ruangan lepas ini merupakan ruang utama yang terbagi atas lanjar dan ruang yang ditandai oleh tiang. Tiang rumah gadang berbanjar dari muka ke belakang atau dari kiri ke kanan. Tiang yang berbanjar dari depan ke belakang mbnandai lanjar, sedangkan tiang dari kini ke kanan menandai ruang. Jadi, yang disebut lanjar adalah ruangan dari depan ke belakang. Ruangan yang berjajar dari kiri ke kanan disebut ruang.

Jumlah lanjar tergantung pada besar rumah. Biasanya jumlah lanjar adalah dua, tiga clan empat. Jumlah ruangan biasanya terdiri dari jumlah yang ganjil antara tiga dan sebelas. Ukuran rumah gadang tergantung kepada jumlah lanjarnya.

Sebagai rumah yang besar, maka di dalam rumah gadang itu terdapat bagian-bagian yang mempunyai fungsi khusus. Bagian lain dari rumah gadang adalah bagian di bawah lantai. Bagian ini disebut kolong dari rumah gadang. Kolong rumah gadang cukup tinggi dan luas. Kolong ini biasanya dijadikan sebagai gudang alat-alat pertanian atau dijadikan sebagai tempat perempuan bertenun. Seluruh bagian kolong ini ditutup dengan ruyung yang berkisi-kisi jarang.

Dinding rumah gadang terbuat dari kayu, kecuali bagian belakang yang dari bambu. Dinding papan dipasang vertikal. Pada setiap sambungan papan diberi bingkai. Semua papan tersebut dipenuhi dengan ukiran. Kadang-kadang tiang yang ada di dalam juga diukir. Sehingga, ukirang merupakan hiasan yang dominan dalam bangunan rumah gadang Minangkabau. Ukiran disini tidak dikaitkan dengan kepercayaan yang bersifat sakral, tetapi hanya sebagai karya seni yang bernilai hiasan.

Dinding belakang disebut Dinding Sasak, karena pada masa lalu terbuat dari bambu yang dianyam, dinding depan dan samping terbuat dari kayu serta diukir. Berdirinya Rumah Gadang harus dilengkapi dengan Rangkiang atau Lumbung Padi, terletak dihalaman depan dan samping, yang berfungsi sosial dan ekonomi.

Rangkiang Minangkabau

Setiap rumah gadang di Minangkabau mempunyai rangkiang. Rangkiang adalah bangunan yang merupakan tempat menyimpan padi milik kaum. Rangkiang ini tegak berjejer di halaman depan rumah. Bentuk rangkiang sesuai dengan gaya bangunan rumah gadang. Atap rangkiang juga memiliki gonjong dan terbuat dari ikuk. Rangkiang memiliki pintu kecil yang terletak di bagian atas dari salah satu dinding singkok (singkap). Dinding singok adalah dinding segitiga pada bagian loteng dari rangkiang tersebut. Untuk naik ke rangkiang digunakan tangga yang terbuat dari bambu. Tangga ini dapat dipindahkan, bila tidak digunakan maka tangga ini disimpan di bawah kolong rumah gadang.

Bentuk dan jenis rangkiang tersebut antara lain:

Sitinjau Lauik


Digunakan sebagai tempat menyimpan padi untuk dijual bagi keperluan bersama atau pos pengeluaran adat. Bentuknya langsing, bergonjong dan berukir dengan empat tiang, letaknya ditengah.

Sibayau-bayau


Digunakan untuk menyimpan padi makanan sehari-hari. Bentuknya gemuk, bergonjong dan berukir dengan 6 tiang letaknya dikanan.

Sitangguang Lapa / Sitangka lapa


Digunakan untuk menyimpan padi untuk musim kemarau dan membantu masyarakat miskin. Bentuknya bersegi, bergonjong dan berukir dengan 4 tiang , letaknya sebelah kiri.

Kaciak / Kecil


Digunakan untuk menyimpan padi bibit dan untuk biaya mengolah sawah. Bentuknya bundar, berukir dan tidak bergonjong, letaknya diantara ketiga rangkaian tersebut.

13 Jun 2011

ANALISIS NOVEL WIRA PERSONA AVATARI


ANALISIS NOVEL TINGKATAN 2 - WIRA PERSONA AVATARI
Sinopsis

Pasukan Zamrud II yang diketuai oleh Anas, dan dianggotai oleh adiknya Aina serta empat rakannya, iaitu Pauline, Anjali, Adeen, dan Zuriani menyertai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh yang berlangsung di Kompleks Anggun. Tujuan mereka menyertai pertandingan ini adalah untuk mengulangi kejayaan Pasukan Zamrud yang diketuai oleh ayah Anas, Profesor Fitri yang telah menjadi juara pertandingan Avatari sepuluh tahun dahulu. Sebelum pertandingan, mereka telah menjalani beberapa sesi latihan yang keras seperti latihan silat, latihan kecergasan, dan latihan menempuh halangan yang dijalankan oleh Cikgu Nisah.

Pertandingan Avatari ini ialah pertandingan kembara di ruang siber atau adventure game bagi makhluk janaan komputer yang dipanggil avatar. Pertandingan yang menggunakan rangkaian Internet ini dijalankan serentak di seluruh dunia. Terdapat empat peringkat yang perlu dilalui oleh setiap pasukan untuk menjuarai pertandingan yang menawarkan hadiah sebanyak satu juta Ringgit Malaysia ini. Untuk peringkat pertama, seratus pasukan terbaik akan layak ke peringkat kedua. Pada pusingan kedua pula, hanya dua puluh pasukan terbaik yang akan dipilih. Selepas disaring dalam pusingan ketiga, hanya lima pasukan terbaik yang akan meneruskan cabaran ke pusingan yang keempat, iaitu pusingan terakhir.

Pasukan Zamrud II telah berusaha dengan gigih dan berjuang bermati-matian untuk melepasi halangan dan cabaran yang terdapat dalam setiap pusingan. Di samping itu, mereka juga terpaksa menghadapi ancaman dari dalam pasukan sendiri kerana salah seorang ahli pasukan mereka, iaitu Anjali telah mensabotaj pasukan dengan mencuri cip pemecut mesin Avatari. Masalah menjadi rumit apabila Aina cedera parah akibat ditembak oleh penjahat ketika pasukan mereka bersiap sedia untuk ke pusingan akhir. Namun begitu, semua halangan dan masalah dapat diatasi oleh Pasukan Zamrud II, dan akhirnya pasukan mereka telah menjuarai pertandingan tersebut.


Tema

Kesungguhan dan semangat perjuangan yang tinggi untuk mencapai matlamat. Pasukan Zamrud II yang terdiri daripada Anas, Aina, Adeen, Pauline, Anjali, dan Zuriani berlatih bersungguh-sungguh sebagai persediaan menghadapi pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh. Semasa pertandingan mereka berjuang bermati-matian sehingga mereka berjaya menjuarai pertandingan tersebut.

Persoalan

1. Persoalan persiapan untuk menghadapi sesuatu pertandingan.
Anas dan ahli-ahli kumpulannya berlatih bersungguh-sungguh untuk menyertai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh yang berlangsung di Kompleks Anggun.

2. Persoalan kesabaran dalam menghadapi cabaran hidup.
    Keluarga Anas masih sabar dan dapat meneruskan kehidupan seperti biasa walaupun ayahnya,    
    Profesor Fitri masih hilang semasa mengikuti ekspedisi rahsia di Lautan Andaman.

3. Persoalan hubungan kekeluargaan yang erat.
   Anas amat mengambil berat akan adiknya, Aina.

4. Persoalan sokongan moral ibu bapa untuk memastikan kejayaan anak.
    Puan Maizan, Pak Cik Ho dan Mak Cik Angie sentiasa berada di tempat pertandingan
    Avatari untuk memberikan sokongan moral kepada anak-anak mereka.

5. Persoalan golongan remaja yang suka menghabiskan masa dengan permainan video.
    Anjali dan Sudin bermain permainan Robot War di Pusat Permainan Video Game Star yang
    penuh sesak dengan pengunjung yang terdiri daripada golongan remaja.

6. Persoalan hubungan erat antara kaum.
    Ahli-ahli Pasukan Zamrud II yang terdiri daripada Anas, Aina, Pauline, Anjali, Adeen, dan
    Zuriani dapat bekerjasama tanpa mengira perbezaan kaum.

7. Persoalan perjuangan mempertahankan maruah agama
    Anas dan ahli-ahli Pasukan Zamrud II menentang Pasukan Zion dari Rusia yang mahu     
    membunuh Nabi Muhammad secara maya dalam pertandingan Avatari.

Watak dan Perwatakan

Watak Utama
Aina
• Adik kepada Anas
• Bertubuh kecil - berumur 12 tahun
• Salah seorang ahli Pasukan Zamrud II
• Pintar - digelar rakan sedarjah “si cili padi”
• Rajin beribadat – berpuasa sunat bulan Rejab
• Gigih – berusaha bersama abangnya untuk menubuhkan Pasukan Zamrud II
• Keras hati – tetap menyertai pertandingan Avatari walaupun dilarang oleh ibunya

Watak Sampingan
Anas
• Anak sulung kepada Profesor Muhammad Fitri Izzati dan Mazian
• Berumur 17 tahun
• Ketua Pasukan Zamrud II dalam pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh
• Penyayang – amat menyayangi adiknya, Aina
• Berani – sanggup membahayakan diri untuk menghalang pasukan lawan daripada
• memenangi pertandingan
• Bijak – bijak mengatur strategi sehingga dapat menjuarai pertandingan Avatari Kebangsaan
   Kali Kesepuluh

Zuriani
• Gadis kacukan Melayu - Inggeris
• Sahabat karib Aina - berumur 12 tahun
• Peserta simpanan Pasukan Zamrud II
• Rendah diri – kurang keyakinan terhadap kemampuan diri ketika diminta menggantikan
• tempat Aina di peringkat akhir pertandingan
• Amanah – tidak memberitahu sesiapa tentang peristiwa kehilangan cip papan litar avatari  
   setelah dipesan oleh Pak Cik Tan


Kumar
• Anak bongsu Pak Cik Kuppusamy, jutawan barang kemas
• Panas baran – lekas marah kerana Adeen lewat tiba di Pusat Permainan Video Games
• Star
• Angkuh – tidak mahu menyertai Pasukan Zamrud II kerana tidak yakin akan keupayaan
• komputer Avatari Pak Cik Ho
• Menginsafi kesilapan diri – berasa menyesal kerana telah memperkecil keupayaan Pasukan
   Zamrud II
 

Adeen
• Anak Profesor Zakri
• Berumur 18 tahun
• Pengendali komputer Avatari
• Pelajar jurusan kejuruteraan komputer di kolej khas, di Koridor raya Multimedia
• Sangat pintar – mempunyai I.Q yang tinggi/ penggodam komputer yang cekap
• Sabar – tidak bertindak terburu-buru dengan tindakan biadap Kumar


Pauline
• Anak tunggal Pak Cik Ho
• Berumur 17 tahun
• Salah seorang ahli Pasukan Zamrud II
• Menaruh hati terhadap Anas
• Manja dengan ayahnya, Pak Cik Ho
• Berani – sanggup menegakkan pendiriannya semasa bertengkar dengan Kumar

Anjali
• Adik kepada Muthu, iaitu seorang ketua kongsi gelap
• Anak yatim - tinggal dengan abangnya setelah ibunya meninggal dunia dan bapanya
   meninggalkan mereka
• Kasar – dipengaruhi oleh didikan abangnya
• Pembelot – sanggup mengkhianati Pasukan Zamrud II setelah diarahkan berbuat demikian oleh
   abangnya
• Pandai bermain permainan video – mengalahkan Sudin dalam permainan Robot War


Plot
Tidak mengikut kronologi – Bab pertama (Poster Misteri) didahului dengan puncak (klimaks)
cerita.


Binaan Plot

Permulaan
Aina mengajak abangnya, Anas untuk mengambil bahagian dalam Pertandingan Avatari
Kebangsaan Kali Kesepuluh yang berlangsung di Kompleks Anggun. Mereka menubuhkan
Pasukan Zamrud II yang diketuai oleh Anas, dan dianggotai oleh adiknya Aina serta empat
rakan mereka, iaitu Pauline, Anjali, Adeen, dan Zuriani.

Perkembangan
Pasukan Zamrud II menjalani latihan sebagai persediaan untuk pertandingan. Berkat kegigihan
dan kerjasama berpasukan, mereka berjaya melepasi halangan dan cabaran dalam pusingan
pertama, pusingan kedua, dan pusingan ketiga. Anjali telah mensabotaj Pasukan Zamrud II
dengan mencuri cip pemecut mesin Avatari.

Puncak
Semasa Pasukan Zamrud II bersedia ke peringkat keempat, iaitu pusingan akhir pertandingan,
Aina cedera ditembak di bahu oleh penjahat yang cuba mencuri baju-baju khas pertandingan
Avatari di bilik persalinan. Aina dibawa ke hospital dan tempatnya digantikan oleh Zuriani.

Peleraian
Pasukan Zamrud II menjuarai menyertai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh dan
memenangi hadiah sebanyak hadiah sebanyak satu juta Ringgit Malaysia. Aina yang masih
dirawat di hospital mendapat berita gembira bahawa ayahnya, iaitu Profesor Muhammad Fitri
dan kumpulan penyelidik yang hilang di Lautan Andaman telah dijumpai.


Teknik Plot

1. Dialog
    Contoh: “Kenapa Abang Adeen lambat?” tanya Aina lagi.
    “Maaf, terlepas komuter tadi,” jawab Adeen.

2. Suspens
    Contoh: Pak Cik Tan bersembunyi di dalam bilik persalinan untuk mengetahui orang yang   
    mencuri cip pemecut mesin Avatari.

3. Kejutan
    Contoh: Adeen ternampak dua orang lelaki yang mencurigakan di bilik persalinan.

4. Imbas kembali
    Contoh: Anas teringat akan kata-kata ayahnya yang mahu Anas dan Aina menjadi juara  pertandingan Avatari seperti yang pernah dicapai oleh ayahnya dan Pasukan Zamrud sepuluh tahun lalu.

5. Monolog
Contoh: “Tak sangka Aina pandai tulis sajak, walaupun perlu diperbaiki lagi,” kata Anas
sendirian.


Gaya Bahasa

 Diksi
• Istilah Komputer
Contoh: browser, CPU, kayu ria, kamar bicara, papan litar
• Slanga
Contoh: amoi cantik, hei tambi

 Peribahasa
Contoh: nasi sudah menjadi bubur;
kalau tidak ada rotan, akar pun berguna juga
hendak seribu daya, tak hendak seribu dalih
macam enau dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masing

 Pembinaan Ayat
• Bahasa mudah dan menarik
• Ada ayat pendek
Contoh: Samy semakin nekad
• Ada ayat panjang
Contoh: Pengalamannya sebagai banduan cukup mengajarnya supaya menghargai kebebasan

 Personifikasi
Contoh: Petang semakin tua

 Simile
Contoh: …seperti semut merah menghurung lipas mati
…seperti halilintar membelah bumi

Hiperbola
Contoh: …mata yang tajam
...berjalan di atas kepulan awan


Latar

Latar Masa
 Zaman sekarang – golongan remaja bermain permainan komputer dan menggunakan
Internet
 Zaman prasejarah – setiap pasukan dikehendaki ke zaman prasejarah secara maya dalam peringkat pertama pertandingan Avatari
 Zaman Mesir kuno – pasukan yang layak ke peringkat kedua pertandingan Avatari
mengembara secara maya ke zaman Mesir kuno untuk mencari pelbagai objek harta
karun berdasarkan petunjuk yang akan diperoleh daripada teka silang kata yang
diselesaikan oleh peserta.
 Zaman Kesultanan Melayu Melaka – Pasukan Zamrud II
Ñ memilih untuk ke zaman Kesultanan Melayu Melaka secara maya untuk menghalang Portugis daripada menawan Melaka.

Latar Tempat
Kompleks Beli-belah Anggun – tempat pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh dilangsungkan
 Rumah Profesor Fitri – tempat tinggal Anas dan Aina
 Pusat Permainan Game Star – Anjali dan Sudin bertanding dalam permainan Robot War
 Pangsapuri Pak Cik Ho – Anas dan Aina berkunjung ke pangsapuri Pak Cik Ho untuk berbincang tentang penubuhan Pasukan Zamrud II.
 Kawasan bukit di Batu Layar – tempat Cikgu Pasukan Zamrud II menjalani latihan kembara


Latar Masyarakat

Masyarakat bandar yang celik komputer
Contoh: Anas dan Aina melayari Internet untuk mencari maklumat tentang pertandingan
Avatari

Masyarakat remaja yang meminati permainan komputer
Contoh: Pusat Permainan Video Game Star sentiasa sesak dengan pengunjung yang
terdiri daripada golongan remaja.

 Masyarakat elit
Contoh: Anas, Aina, Pauline, Adeen, dan Kumar datang daripada keluarga elit kerana
ayah mereka merupakan jutawan, ahli perniagaan, dan profesor.

Masyarakat bandar yang miskin
Contoh: Anjali ialah anak yatim yang dibesarkan dalam keadaan yang amat daif lagi
mencabar.

Masyarakat yang gemar melakukan jenayah
Contoh: Abang Anjali, iaitu Muthu merupakan ketua samseng yang diarahkan untuk
menimbulkan huru-hara di Pusat Permainan Video Game Star.


NILAI

1. Nilai bertanggungjawab
Anas berasa bertanggungjawab mengambil alih peranan sebagai orang lelaki di rumah selepas ayahnya hilang semasa menjalankan ekspedisi misteri di Laut Andaman.

2. Nilai kasih sayang
Anas sangat menyayangi adiknya, Aina.

3. Nilai keberanian
Anas membahayakan dirinya dalam usaha untuk memastikan kejayaan Pasukan Zamrud II dalam pertandingan Avatari.

4. Nilai kesabaran
Adeen sabar dengan karenah Kumar yang angkuh.

5. Nilai keinsafan
Kumar menyesal kerana telah memperkecil keupayaan Pasukan Zamrud II.

6. Nilai kegigihan
Pasukan Zamrud II yang diketuai oleh Anas gigih berlatih sehingga menjuarai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh.


Pengajaran

1. Kita hendaklah berani berjuang untuk mencapai matlamat
Contoh: Anas membahayakan dirinya untuk memastikan Pasukan Zamrud II menjuarai
Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh.

2. Kita perlulah mengetepikan kepentingan diri sekiranya ingin mencapai kejayaan dalam pasukan
Contoh: Cikgu Nisah menasihati Pauline supaya mengubah sikapnya yang cemburu terhadap Anjali.

3. Kita hendaklah gigih berusaha untuk mencapai matlamat
Contoh: Ahli kumpulan Pasukan Zamrud II gigih berlatih sehingga menjuarai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh.

4. Kita haruslah sanggup berjuang untuk mempertahankan agama
Contoh: Anas sanggup menentang Pasukan Zion dari Rusia yang mahu membunuh Nabi Muhammad semasa peringkat akhir pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh dengan dibantu oleh ahli Pasukan.

5. Kita tidak harus mengkhianati kepercayaan orang terhadap kita
Contoh: Anjali mensabotaj Pasukan Zamrud II sehingga pasukan itu hampir-hampir tewas dalam pertandingan Avatari.

6. Kita mesti bekerjasama dan mengamalkan semangat berpasukan untuk menjamin
kejayaan sesuatu pasukan dalam pertandingan
Contoh: Semua ahli Pasukan Zamrud II mempunyai semangat berpasukan yang tinggi sehingga berjaya menjuarai Pertandingan Avatari Kebangsaan Kali Kesepuluh.

SKEMA JAWAPAN KERTAS 2 PEPERIKSAAN PERTENGAHAN TAHUN 2011 TING 3


SKEMA JAWAPAN KERTAS 2 PEPERIKSAAN PERTENGAHAN TAHUN 2011

BAHAGIAN A (i)
ISI-ISI PENTING
Langkah mengatasi masalah pemilikkan lebih daripada satu rumah murah
1. Kerajaan tempatan telah menggubal undang-undang untuk mendakwa pembeli tersebut di mahkamah.
2. Kerajaan akan merampas rumah tersebut dan pembeli itu akan didenda kerana menipu
3. Kerajaan mengesan pemilik terbabit melalui senarai pembelian yang disimpan oleh kerajaan negeri.
4. Meminta maklumat daripada orang ramai dengan membuat aduan sekiranya pembeli memiliki lebih daripada satu rumah murah.
5. Memberikan rumah murah kepada rakyat yang termiskin sahaja.
6. Tidak membenarkan pemilik rumah murah menyewakan rumah mereka kepada orang lain.
7. Cara menyelesaikan masalah ini dengan menggantikan tanah lot dengan rumah murah.

BAHAGIAN A (ii)

1. Maksud rangkai kata mencegah ialah menghalang. 2 markah
2. Antara tindakan yang telah diambil oleh kerajaan ialah
- menggubal undang-undang mendakwa pembeli tersebut 2 markah
- rumah tersebut akan dirampas dan pembeli tersebut akan didenda. 2 markah
3. Dua kesan sosial yang terdapat dikawasan rumah setinggan ialah
- masalah kecurian 2 markah
- masalah keruntuhan akhlak dikalangan golongan remaja. 2 markah

 
BAHAGIAN B
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Begitulah peribahasa yang selalu kita dengar bagi menerangkan konsep bekerjasama dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Bergotong-royong merupakan amalan mulia yang semakin terhakis pada zaman serba maju ini. Namun begitu, amalan ini harus diterapkan di kalangan rakyat negara ini khususnya golongan pelajar.
Bergotong-royong dapat mengeratkan tali persaudaraan di kalangan masyarakat. Aktiviti bergotong-royong seperti membersihkan kawasan permainan kanak-kanak dapat menceriakan kawasan tersebut . Keselamatan kanak-kanak yang bermain di situ akan lebih terjamin sekiranya kawasan itu bersih.
Wabak denggi yang melanda negara berpunca daripada kawasan sekitar yang ditakungi air. Ini memberi peluang nyamuk Aedes untuk hidup. Dengan adanya gotong- royong membersihkan kawasan tersebut, demam denggi akan dapat dielakkan dan keselamatan masyarakat sekitar akan lebih terjamin.
Semangat bergotong-royong harus dipupuk sejak kecil lagi agar akan lahir satu masyarakat yang lebih bersatu-padu dan tidak mementingkan diri sendiri.

BAHAGIAN C
Cadangan  Isi Jawapan
 1)        Pendahuluan
Kata – kata aluan
Nyatakan tujuan memberi ceramah
Isi - isi:
-           Amalan berjimat – cermat tuntutan semua agama
-           Amalan berjimat -  cermat dapat menghindarkan kita daripada kesusahan
-           Amalan berjimat – cermat dapat mengelakkan diri daripada berhutang
Amalan berjimat – cermat dapat melatih diri supaya tidak bersikap tamak
Penutup:
-           Berjimat – cermat amalan yang mulia dan patut diamalkan

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

2)         Pendahuluan:
-           Kemalangan jalan raya merupakan fenomena biasa
-           Berlaku pada bila – bila masa dan di mana – mana tempat
Isi – isi:
-           Memandu terlalu laju
-           Sikap pemandu yang tidak sabar
-           Kenderaan yang tidak diselenggera dengan betul
-           Memandu dalam keadaan mengantuk dan mabuk
-           Pengguna jalan raya mementingkan diri sendiri

Penutup:
-           Kesedaran pengguna mengutamakan keselamatan ketika di jalan raya mampu mengurangkan kemalangan jalan raya

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

3)         Pendahuluan:
-           Tarikh/hari kejadian banjir kilat
Isi – isi:
-           Hujan tidak berhenti – henti selama 3 jam di ibu kota
-           Banjir kilat melanda beberapa kawasan di ibu kota
-           Premis – premis perniagaan ditenggalami air menyebabkan kerugian besar
-           Banyak kenderaan rosak akibat ditenggelami air
-           Keadaan menjadi kelam - kabut
-           Berlaku kesesakan lalu lintas kerana jalan raya ditenggelami air

Penutup:
-                      Banjir kilat menyebabkan kerugian

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

4)         Pendahuluan:
-           Malaysia beriklim khatulistiwa
-           Amat sesuai untuk pelbagai jenis buah - buahan
Isi – isi:
-           Lebih segar jika dibandingkan dengan buah – buahan import
-           Mengandungi banyak bayak vitamin
-           Harga buah – buahan tempatan lebih murah
-           Buah – buahan tempatan mudah didapati
-           Buah – buahan tempatan tidak mengandungi bahan pengawet
Penutup:
-           Memakan buah – buahan tempatan dapat menjamin kesihatan seseorang
-           Meningkatkan ekonomi negara

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

5)         Isi – isi:
-           Aku memandang keluar melalui tingkap bilikku
-           Aku melihat rumah jiranku Pak Dollah terbakar
-           Aku bergegas menelefon pihak bomba
-           Aku mengejutkan kedua ibu bapaku
-           Orang ramai datang menolong keluarga Pak Dollah
-           Pihak bomba datang tepat pada masanya
-           Rumah Pak Dollah tidak dapat diselamatkan
-           Api menyala begitu cepat
-           Bersyukur kerana keluarga Pak Dollah selamat
                                                   
( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

BAHAGIAN D
i)          Meniti Kaca:
a.         Sayangilah ibu bapa kita:
-           Nazar sangat menyayangi kedua ibu bapanya yang sakit
b)         Tabah menerima ketentuan Tuhan:
-           Nazar tabah dan akur menerima hakikat tentang pemergian kedua orang tuanya

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )

v)         Pahlawan Pasir Salak:
a.         Kita perlu berjuang mempertahankan negara daripada ancaman musuh:
-           Datuk Maharaja Lela bersama anak buahnya menentang campurtangan  Inggeris
b.         Sikap bekerjasama dan muafakat pasti membawa kejayaan:
-           Kerjasama penduduk kampung dengan Datuk Maharaja Lela berjaya menghapuskan ancaman Inggeris

( Isi-isi lain yang relevan boleh diterima )


27 Mei 2011

SAMBUTAN HARI GURU 2011



KARANGAN- MASALAH DISIPLIN

Masalah pelanggaran disiplin dalam kalangan pelajar semakin meruncing. Anda tertarik untuk menulis rencana berkaitan isu ini.

Tulis rencana anda selengkapnya.


Isu-isu disiplin makin hangat diperdebatkan oleh semua pihak terutama pihak media massa. Pelbagai pihak pula saling menyalahkan satu sama lain atau menuding jari tanpa mahu melihat kesilapan sendiri. Pada masa yang sama tidak ada pihak yang ingin mencari jalan penyelesaiannya.

Sebenarnya pembentukan sahsiah anak-anak atau remaja bermula di rumah. Ada ibu bapa yang suka menyalahkan satu sama lain apabila berlakunya masalah disiplin dalam diri anak mereka. Ibu bapa juga suka melepaskan tanggung jawab mereka mendidik anak dengan menyerahkan tugas itu kepada guru dan pembantu rumah dengan alasan mereka sibuk bekerja. Maka, anak-anak mudah terbabit dengan masalah disiplin lantaran sikap ibu bapa mereka itu.

Selain itu, masyarakat yang dahulunya dianggap menjadi mata dan telinga bagi ibu bapa tidak lagi berperanan sebegitu. Semua teguran yang diberikan oleh jiran akan dikatakan sebagai penyibuk atau menjaga tepi kain orang pula. Ibu bapa biasanya akan menganggap anak mereka baik sahaja walaupun ditegur oleh jiran-jiran mereka. Maka, ramai remaja yang mudah terbabit dalam masalah disiplin sekolah.

Pengaruh media massa merumitkan lagi masalah ini menerusi penayangan pelbagai filem aksi yang menjadi ikutan remaja pula. Aktiviti meluasnya pengesaran cakera padat yang berunsur lucah telah menyebabkan masalah ini semakin parah lalu sukar untuk dikawal. Pelbagai usaha kerajaan untuk mengatasi masalah ini menemukan jalan buntu. Jelaslah, kewujudan media massa telah memarakkan lagi masalah disiplin dalam kalangan remaja.

Walaupun pelbagai usaha telah dilakukan tetapi hasilnya tidak begitu jelas dalam kemelut ini. Kejadian pelajar atau remaja melawan guru dan ibu bapa semakin menjadi-jadi pula. Semua teguran dan nasihat yang diberikan dibalas dengan tindakan yang menakutkan kita semua pula. Remaja tidak lagi memiliki rasa hormat akan orang tua mereka. Sesungguhnya, masalah ini semakin meruncing.

Kesimpulannya, semua pihak terutama yang terlibat secara langsung dengan remaja seperti ibu bapa, guru malah masyarakat perlu aktif membendung pelanggaran disiplin pelajar ini. Kita semua harus sedar bahawa remaja merupakan pelapis negara pada masa hadapan. Remaja pula haruslah berfikir proaktif dengan tidak menimbulkan pelbagai masalah dan membuktikan bahawa mereka memang baik.

KARANGAN - BENCANA ALAM

Bencana alam turut berlaku di negara ini. Banjir, ribut, kemarau dan kebakaran hutan merupakan antara bencana alam tersebut.

Nyatakan punca-punca menangani masalah ini.


Bencana alam merujuk kejadian alam yang mampu memusnahkan negara dan penduduknya. Negara kita memang sering dilanda banjir, ribut, kemarau dan kebakaran hutan kerana pelbagai faktor yang mendorong keadaan ini mudah berlaku terutama ketiak bumi dikatakan sedang mengalami perubahan cuaca yang drastik dalam tempoh yang terdekat ini. Sesungguhnya, ada banyak faktor yang mendorong keadaan ini dan ada banyak langkah yang boleh diambil untuk membendungnya daripada terus berlaku.

Kejadian bencana alam sering dikaitkan dengan kemusnahan alam sekitar terutama kemusnahan hutan belantara negara. Keadaan ini wujud kerana hutan dianggap menjadi pelindung atau penahan berlakunya kejadian banjir dan kemarau kerana keupayaannya untuk menakung air dan menyalirkan air dengan baik. Kemusnahan hutan menyebabkan muka bumi menjadi kosong dan mendorong mudahnya berlaku semua bencana alam ini. Oleh itu, kemusnahan hutan perlulah dipantau dengan lebih teliti oleh pihak kerajaan.

Malahan, keghairahan negara untuk membangun dengan pesat turut mendorong berlakunya bencana alam ini. Pembukaan kawasan bandar baru, industri dan kawasan perumahan telah menyebabkan sistem ekologi yang asal tidak mampu untuk menghalang sebarang kejadian bencana alam daripada tidak berlaku. Manusia menganggap kemodenan mampu menghalang bencana alam berlaku lantas terus menerus menjalankan projek pembangunan tanpa mempunyai rasa takut atau bimbang berlakunya bencana alam di kawasan projek mereka. Justeru, pembangunan yang pesat memang penting tetapi perlulah dikawal atau dilakukan dengan berhati-hati supaya tidak menjejaskan sistem ekologi secara drastik.

Tambahan pula, sikap kita dalam menguruskan sumber asli terutama penyelenggaran sungai dan pembalakan hutan yang tidak praktikal. Naluri manusia yang sering mengutamakan keuntungan kewangan daripada berfikir secara rasional perkara yang bakal berlaku pada masa depan telah mengundang padah. Semua sumber alam negara akan terus dieksploitasi kerana manusia memang menganggap diri mereka lebih baik dan bijak daripada alam. Jadi, bencana alam akan terus berlaku kerana kegagalan manusia untuk menguruskan sumber alamnya dengan baik.

Kesimpulannya, bencana alam akan terus berlaku di negara kita. Sikap masyarakat yang sambil lewa kerana menganggap alam bukan tanggung jawab mereka telah menyebabkan masalah ini menjadi semakin rumit untuk diselesaikan. Mungkin kita semua lupa bahawa setiap kali bencana alam melanda negara ini setiap kali itulah ada nyawa manusia yang melayang.

NOTA BAHASA MELAYU - KATA BILANGAN

KATA BILANGAN

1. MAKSUD :
Kata bilangan ialah perkataan yang digunakan untuk menunjukkan jumlah.


2. JENIS KATA BILANGAN :

a. Kata bilangan tentu : Menunjukkan jumlah yang tepat.
Contoh : satu, dua, seratus, sejuta, tiga puluh tiga dan sebagainya.

b. Kata bilangan tak tentu : Menunjukkan bilangan yang tidak pasti jumlahnya.

Contoh : semua, banyak, ramai, pelbagai, berbagai-bagai, sekumpulan, sekawan dan lain-lain.

c. Kata bilangan pisahan : Kata bilangan yang menunjukkan sifat dipisahkan
Contoh : berdua-dua, ketiga-tiga, masing-masing, tiap-tiap

d. Kata bilangan tingkat : Menunjukkan maksud tempat
Contoh : pertama, kedua, ketiga, keempat dan sebagainya.

e. Kata bilangan pecahan : Jumlah yang dinyatakan dalam pecahan.
Contoh : suku, separuh, tiga suku, dua per tiga dan sebagainya.




3. KONSEP KATA BILANGAN :

a. Kata bilangan jamak : Menunjukkan maksud jumlah lebih daripada satu.
Contoh : semua, beberapa, kebanyakan, pelbagai, berhari-hari dan sebagainya.

b. Kata bilangan tunggal : Menunjukkan maksud bilangan tunggal atau satu.
Contoh : satu, se




4. KESALAHAN PENGGUNAAN KATA BILANGAN :
 a. Ada kata bilangan yang tidak boleh digandakan. (salah jika digandakan)

Salah:
-pelbagai-pelbagai hadiah diberi.
-para-para pelajar yang hadir.


Betul:
-pelbagai hadiah diberi.
-berbagai-bagai hadiah diberi.
-para pelajar yang hadir



b. Ada kata bilangan yang tidak boleh disingkatkan/ ditunggalkan.

Salah:
-Dia ke sekolah pada tiap pagi.
-Berbagai cabaran telah ditempuh.


Betul:
-Dia ke sekolah pada tiap-tiap pagi.
-Dia ke sekolah pada setiap pagi.
-Berbagai-bagai cabaran telah ditempuh.
-Pelbagai cabaran telah ditempuh.



c. Kata bilangan berimbuhan ‘ber….’ Mesti digandakan.
Salah:
-Lori itu membawa berguni beras ke kilang.
-Sudah bertahun lamanya kami merantau.
-Dia minum bercawan air sejuk.


Betul:
-Lori itu membawa berguni-guni beras ke kilang.
-Sudah bertahun-tahun lamanya kami merantau.
-Dia minum bercawan-cawan air sejuk.



d. Jika kata bilangan sudah jamak, kata nama yang mengikutinya tidak boleh digandakan.
Salah:
-Banyak buku-buku yang disediakan di perpustakaan.
-Sekawan burung-burung hinggap di atas pokok.
-Beberapa ekor ikan-ikan berjaya dipancing.


Betul:
-Banyak buku yang disediakan di perpustakaan.
-Sekawan burung hinggap di atas pokok.
-Beberapa ekor ikan berjaya dipancing.


e. Jika kata bilangan berakhiran dengan ‘…….an’, kata nama juga tidak boleh digandakan.

Salah:
-Barisan pelakon-pelakon akan mengambil bahagian dalam pertunjukan itu.
-Sinaran bintang-bintang kelihatan di dada langit.
-Puluhan peserta-peserta mengambil bahagian pada malam ini.


Betul:
-Barisan pelakon akan mengambil bahagian dalam pertunjukan itu.
-Sinaran bintang kelihatan di dada langit.
-Puluhan peserta mengambil bahagian pada malam ini.




f. ‘Kata bilangan jamak’, tidak boleh disertai dengan ‘penjodoh bilangan’.
(kecuali : 'beberapa' dan kata bilangan tentu seperti 'tiga, empat, lima' dan sebagainya)


Salah:
-Semua ekor ikan yang dibelinya itu sudah busuk.
-Kebanyakan orang pengakap yang hadir turut memberi sumbangan.


Betul:
-Semua ikan yang dibelinya itu sudah busuk.
-Kebanyakan pengakap yang hadir turut memberi sumbangan.


Betul: - Beberapa ekor ikan, enam buah rumah dan sebagainya.


g. Jika kata bilangan jamak digunakan, kata adjektif bagi kata nama tidak boleh digandakan.

Salah:
-Banyak ikan yang besar-besar di kawasan hulu sungai itu.
-Semua pegawai di situ garang-garang dan sukar untuk ditemui.


Betul:
-Banyak ikan yang besar di kawasan hulu sungai itu.
-Semua pegawai di situ garang dan sukar untuk ditemui.


h. Kata bilangan jamak boleh digunakan untuk kata nama yang memang berganda.
Salah:
-Di kawasan sungai itu banyak kura.
-Ramai mata bertugas di tempat ini.


Betul:
-Di kawasan sungai itu banyak kura-kura.
-Ramai mata-mata bertugas di tempat ini.


i. Kata bilangan berimbuhan ‘ke….’ yang menunjukkan jumlah mestilah digandakan.
Salah:
-Polis berjaya membarkas kelima perompak itu.
-Kedua beradik kembar tersebut berpisah ketika berusia dua tahun.


Betul:
-Polis berjaya membarkas kelima-lima perompak itu.
-Kedua-dua beradik kembar tersebut berpisah ketika berusia dua tahun.





j. ‘Kata bilangan tentu’ (satu, dua, dan sebagainya) tidak boleh rapat dengan ‘kata bilangan pecahan’ ('suku, separuh, setengah). (letak objek antara kata bilangan ini)


Salah:
-Kami mengambil masa dua setengah hari untuk sampai di sini.
-Anda hanya diberi tempoh tiga suku jam untuk menyiapkan tugas ini.
-Masukkan satu suku sudu garam ke dalam masakan itu.


Betul:
-Kami mengambil masa dua hari setengah untuk sampai di sini.
-Anda hanya diberi tempoh tiga jam suku untuk menyiapkan tugas ini.
-Masukkan satu sudu suku garam ke dalam masakan itu.


22 Feb 2011

PENGAMBILAN SIJIL PMR 2009

PERHATIAN KEPADA BEKAS PELAJAR SMK WARISAN PUTERI ( SESI 2007-2009) YANG MENGAMBIL PEPERIKSAAN PMR PADA TAHUN 2009 ..............

- ANDA DIKEHENDAKI MENGAMBIL SIJIL PMR DI PEJABAT SMK WARISAN PUTERI 
  PADA WAKTU PEJABAT BERMULA PADA 23 FEBRUARI 2011


- SILA BAWA KAD PENGENALAN KETIKA MENGAMBIL SIJIL PMR

24 Jan 2011

MESYUARAT AGUNG KOPERASI SMK WARISAN PUTERI SEREMBAN BERHAD

TARIKH    :  27 JANUARI 2011 (KHAMIS)
MASA      :  2.30 PETANG
TEMPAT  :  DEWAN TERBUKA SMK DATO' HJ.MOHD REDZA

PERASMIAN OLEH : YBHG. PN.HJH.NOORIZAN BT ABDUL LATIF
                                      PENGERUSI GABUNGAN KOPERASI SEKOLAH NEGERI SEMBILAN

 * SEMUA AHLI KOPERASI SMK WARISAN PUTERI SEREMBAN BERHAD DIUNDANG HADIR

PELANTIKAN PENGAWAS

HARI GURU PADA 17 MEI 2010

DAFTAR TETAMU